what time is it?

Rabu, 12 Oktober 2011

Yang pergi, yang di kenang

Saya, sama seperti anak muda lainnya (jika 22 tahun masih bisa dikatakan muda), penggila social network, mulai dari friendster, live connector, facebook, YM, twitter, BBM (pernah punya), youtube, you name it! Saya punya semua account, bermodal 1 email (haha). Tapi bukan itu alasan utama saya posting malam ini, tengah malam pula, nggak kok saya lagi nggak galau, hanya sedikit merenung. Hampir 3 tahun saya punya facebook (FB), dan baru malam ini saya merasa sedikit di'tampar' sama FB. Awalnya iseng2, ngeliat account salah satu 'teman' (jika bisa dikatakan begitu) yang meninggal tahun lalu karena kanker, ucapan belasungkawa yang bikin orang males ngitungin tapi lebih dari cukup untuk membuktikan dia baik selama hidupnya. Kedua, berita tentang seorang dokter muda, saya melihat dia sebagai orang baik bukan dari postingan wall dari teman2nya, melainkan sebuah tulisan di sebuah blog, dari segelintir kalimat cukup tersirat bahwa almarhum adalah orang yang baik, pintar, keren dan semua label positif lainnya, walaupun hanya 1 blog yg menulis tentang dia secara baik2, tapi saya cukup yakin si empunya blog bukan orang yang subjektif, dan tulisan dia tentang almarhum benar adanya.  Ketiga, yang terbaru, teman dari seorang teman, masih muda, 24 tahun, anak gaul sepertinya (jika dilihat dari fotonya dan wall teman2nya), meninggal juga (saya kurang tau penyebabnya, tapi sepertinya mendadak), teman2nya (baik yg dkat atau tdak) menulis hal2 manis, kalimat belasungkawa secara keren menyatakan betapa mereka  kehilangan, tetapi kalimat yg saya 'tangkap' tidak begitu, entahlah apakah perasaan saya atau memang cara mereka seperti itu....

Apapun itu, semua yang saya lihat cukup membuat saya 'tertampar'
1. Mengingat umur mereka masih muda (belum menginjak 30), cukup membuka mata saya bahwa kematian bisa datang kapan saja, mungkin bisa sekarang ketika saya sedang menulis ini (mungkin saja)

2. Kenyataan bahwa saya bukan pribadi yg menyenangkan, ramah, pintar, keren (seperti dokter itu). Mungkinkah mereka akan menulis hal2 yg manis untuk mengenang saya jika saya meninggal sekarang? Cukup baikkah saya sekarang untuk layak dikenang nanti?





Minggu, 02 Oktober 2011

nickname(s)

Akhir-akhir ini gue baru nyadar kalo dulu nama panggilan gue makin lama makin banyak. Temen2 gue ada yg manggil gue caca, nisa (ini sih biasa), cuca (dari lulu), chacha maricha (dari nadia), ani (dr ipoh, aldo n dewi), antunyo (dari ipoh juga) kak ninu (dari ade2 kelas gue yg cowo), kak nicha (dari ade2 kelas gue yg cewe), nicong (dari nyokap), menel (dari bokap), tannis (ponakan gue) Woooww! Padahal nama gue simpel banget Annisa Utami, tapi kok panggilannya banyak aje?